Sosok Tokoh yg Kontraversial

Posted on May 26, 2008 by putranto73.
Categories: ARTIKEL.

Sukarno_14Ir. Soekarno1 (6 Juni 1901 - 21 Juni 1970) adalah Presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode 1945 - 1966. Ia memainkan peranan penting untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Ia adalah penggali Pancasila. Ia adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945.

Ia menerbitkan Surat Perintah 11 Maret 1966 Supersemar yang kontroversial itu, yang konon, antara lain isinya adalah menugaskan Letnan Jenderal Soeharto untuk mengamankan dan menjaga kewibawaannya. Tetapi Supersemar tersebut disalahgunakan oleh Letnan Jenderal Soeharto untuk merongrong kewibawaannya dengan jalan menuduhnya ikut mendalangi Gerakan 30 September. Tuduhan itu menyebabkan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara yang anggotanya telah diganti dengan orang yang pro Soeharto, mengalihkan kepresidenan kepada Soeharto.

Latar belakang dan pendidikan

Sukarno_15
Soekarno dilahirkan dengan nama Kusno Sosrodihardjo. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo, seorang guru di Surabaya, Jawa. Ibunya bernama Ida Ayu Nyoman Rai berasal dari Buleleng, Bali [1].

Ketika kecil Soekarno tinggal bersama kakeknya di Tulungagung, Jawa Timur. Pada usia 14 tahun, seorang kawan bapaknya yang bernama Oemar Said Tjokroaminoto mengajak Soekarno tinggal di Surabaya dan disekolahkan ke Hoogere Burger School (H.B.S.) di sana sambil mengaji di tempat Tjokroaminoto. Di Surabaya, Soekarno banyak bertemu dengan para pemimpin Sarekat Islam, organisasi yang dipimpin Tjokroaminoto saat itu. Soekarno kemudian bergabung dengan organisasi Jong Java (Pemuda Jawa).

Tamat H.B.S. tahun 1920, Soekarno melanjutkan ke Technische Hoge School (sekarang ITB) di Bandung, dan tamat pada tahun 1925. Saat di Bandung, Soekarno berinteraksi dengan Tjipto Mangunkusumo dan Dr. Douwes Dekker, yang saat itu merupakan pemimpin organisasi National Indische Partij.

Keluarga Soekarno

Sukarno_7_1
Istri Soekarno
Putra-putri Soekarno

Masa pergerakan nasional

Pada tahun 1926, Soekarno mendirikan Algemene Studie Club di Bandung. Organisasi ini menjadi cikal bakal Partai Nasional Indonesia yang didirikan pada tahun 1927. Aktivitas Soekarno di PNI menyebabkannya ditangkap Belanda pada bulan Desember 1929, dan memunculkan pledoinya yang fenomenal: Indonesia Menggugat, hingga dibebaskan kembali pada tanggal 31 Desember 1931.

Pada bulan Juli 1932,
Soekarno bergabung dengan Partai Indonesia (Partindo), yang merupakan
pecahan dari PNI. Soekarno kembali ditangkap pada bulan Agustus 1933, dan diasingkan ke Flores.
Di sini, Soekarno hampir dilupakan oleh tokoh-tokoh nasional. Namun
semangatnya tetap membara seperti tersirat dalam setiap suratnya kepada
seorang Guru Persatuan Islam bernama Ahmad Hassan.

Pada tahun 1938 hingga tahun 1942 Soekarno diasingkan ke Provinsi Bengkulu.

Soekarno baru kembali bebas pada masa penjajahan Jepang pada tahun 1942.

selengkapnya  <—–click aza

Pidato & Video soekarno

  1. Pidato & video-01
  2. Pidato & video-02

MEMPERINGATI 100 TAHUN KEBANGKITAN NASIONAL

Posted on May 21, 2008 by putranto73.
Categories: ARTIKEL.

Template_01
Hari Kebangkitan Nasional Vs Kebangkitan dari Kemiskinan (bagian-01)

Latar Belakang Sejarah

Seperti
kita ketahui bhw kebagkitan Nasional di Asia & Afrika umumnya dan
Indonesia Khususnya berhubungan erat dn munculnya paham-paham baru,
kaum terpelajar, dan adanya piagam PBB yg memuat hak-hak persamaan,
kebebasan dan kemerdekaan. Munculnya paham-paham baru, seperti
Liberalisme, Nasionalisme, Sosialis, dan Demokratis telah menumbuhkan
semangat bangsa-bangsa yg terjajah utk melepaskan diri dari belenggu
penjajahan bangsa asing.

Perlakuan kaum kolonialisme &
imprialisme dgn praktek politik diskriminasi, monopoli, dan
bentuk-bentuk pemerasan lainnya terhadap rakyat terjajah telah menyeret
rakayat dlm kehidupan terbelakang. Namun demikian, sekalipun
diskriminasi diterapakan kaum penjajah, tetapi banyak pula rakayat
terjajah yg menjadi pandai. Kaum terpelajar inilah yg kemudian tampil
menkadi pelopor gerakan Nasional yg dilatar belakangi oleh:

  1. Latar belakang Pendidikan
    Perubahan politik di negeri Belanda sbg akibat kemenangan golongan
    liberal di Eropa dlm pertengahan abad 19 yg pengaruhnya terasa pula
    sampai ke Indonesia. Golongan liberal telah mendesak pemerintah
    Hindia-Belanda agar membuka kesempatan terbatas utk anak-anak pribumi
    utk memperoleh pendidikan khususnya bagi anak-anak keturunan ningrat
    dlm usaha memenuhi kebutuhan tenaga kerja terdidik yg diperlukan bagi
    perkembangan kapitalisme & pemerintah Kolonial Indonesia.
    Pelaksanaan politi etis di bidang pendidikandilaksanakan dgn jalan: Tahun 1900 didirikan OSVIA (Opleding School Voor Inlandsche Ambtenaren), Yaitu sekolah pamong praja utk mempersiapakan calon pegawai rendahan, Tahun 1902 didirikan STOVIA (School Tot Opleding Van Indische Arten) yiyu sekolah tinggi kedokteran di jakarta utk mempersiapkan tenaga-tenaga dokter,Tahun 1914 didirika HIS (Hollandsch Inlandsche School) Sekolah
    dasar berbahasa belanda,THS(Technische Hoge School)Sekolah teknis
    Tinggi di Bandung skr ITB,RHS(Rechts Hoge School, dan GHS(Geneeskundige
    Hoge School) di Jakarta, Berdirinya sekolah-sekolah tsb melahirkan dua
    kelompok terpelajar di Indonesia, berjiwa kebarat-baratan dan berjiwa Indonesia,
    tetapi keduanya mempunyai kesadaran akan keterbelakangan bangsa
    indonesia. Keadaan pendidikan yg rendah & diskriminatif disadari
    juga oleh para pelajar Jawa yg sedang menjalani pendidikan di STOVIA
    (Sekolah kedokteran bumiputra) para pelajar STOVIA ini termasuk
    orang-orang yg beruntung krn memperoleh kesempatan utk maju. Padahal
    sebagaian besar bangsa Indonesia msh hidup terlantar, terbelakang, dan
    diliputi kebodohan. Hal ini disadari oleh seorang pensiunan dokter di
    Yogyakarta, yaitu Dr Mas Wahidin Sudiro Husodo. Ia
    bercita-cita mendirikan sekolah studie fonds untuk membiayai anak-anak
    Indonesia yg pandai, tetapi tidak punya biaya. Untuk mewujudkan
    citacitanya Dr.Wahidin Sudiro Husodo berkeliling
    ke kota-kota di Pulau jawa dan mempropagandakan rencananya yg didukung
    oleh para pelajar STOVIA di Jakrata antara lain Soetomo dan Gunawan Mangkusumo. Mereka kemudian membentuk suatu perkumpulan yg diberi nama Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 2008
  2. Akibat Politik Diskriminasi politik
    kolonilisme & imprialisme thd daerah koloni mereka yg membatasi
    peran-peran pribumi dlm kedudukan, pemerintahan dan hak serta
    kewajiban, Kaum penjajah menganggap bhw rakayat terjajah wajib tunduk
    & patuh terhadap tuan-tuannya, sbg bawahan dan harus mengabdi
    kepada atasan, dlm bid.Politik rakyat Indonesia tdk punya hak untuk
    memerintah, jabatan penting di pegang oleh orang-orang Belanda dan
    jabatan rendah oleh org-org indonesia,secara ekonomi Org-org pribumi
    termasuk dlm kelompok tenga-tenaga kerja upah rendah dan kepemilikan
    pabrik dikelola oleh org Belanda & Eropa sbg pemilik modal,
    Bid.sosial org-org Indonesia atau bumiputra ditempatkan sbg golongan
    kelas bawah (kelas III) dlm struktur dan status sosial penduduk
    Hindia-Belanda. Penduduk (kelas II) ditempati oleh orang-orang eropa,
    Cina,Arab,India dll dan (kelas I) ditempati oleh org-org Belanda sbg
    pengusaha di Indonesia
  3. Pengaruh Paham-paham baru
    munculnya paham baru di eropa, Asia, dan Amerika seperti Liberalisme,
    Nasionalisme, Sosialisme, dan Demokrasi sejak awal abad 19 telah
    mempengaruhi perubahan politik kolonial Belanda, yang lebih condong
    menguntungkan pihak Belanda sendiri, sedangkan bagi bangsa Indonesia
    tetap saja menjadi beban yg memberatkan. Pelaksanaan sistem tanam paksa
    , sitem tanam bebas, politik pintu terbuka, dan plitik etis dlm
    prakteknya sangat menyengsarakan bangsa Indonesia. Sistem tanam paksa
    hanyalah merupakan alat politik liberal kolonial Belanda sbg penganti
    praktek-praktek monopoli yg ekstrim, Politik Pintu terbuka memberi
    kesempatan kpda pengusaha swasta asing utk menanamkan modalnya di
    Indonesia dlm perkebangannya bersifat internasionalisme, yg melahirka
    imprialisme baru di bid. ekonomi. Demikian jg pelaksanaan politik
    asosiasi yg diharapkan kaum etis ternyata memperkuat kolonialisme di
    Indonesia . Padahal sebelumnya politik asosiasi ini bertujuan mengambil
    sikap damai dgn gerakan emansipasi yg hendak mewujudkan kaum terpelajar
    indonesia. Dalam perkembangannya banyak kritik tajam yg ditujukan
    kepada pemerintah Hindia-Belanda karena menyimpang dari hakikat
    Liberalisme, nasionalisme, sosialis
    25me dan Demokarsi. kaum politisi
    Belanda yg menagnut paham sosialis Nieu
    wenhuis, Van Deventer dan Douwes Dekker
    secara terang-terangan men
    gecam tindakan pemerasan dan penindasan
    terhadap bangsa Indonesia.Berkembangnya paham nasionalisme dia asia
    tenggara menya
    darkan kaum terpelajar di indonesia utk bersatu dan
    bangkit berjuang
    utk mengusir kaum penjajah Belanda.
  1. GERAKAN BUDI UTOMO (1908)
  2. GERAKAN INDISCHE PARTIJ (1912)
  3. GERAKAN MUHAMADIYAH (1912)
  4. GERAKAN SAREKAT ISLAM (1912)
  5. GERAKN PERKUMPULAN KHATOLIK (1925)
  6. GEREAKAN NAHDHATUL ULAMA (1926) 
  7. GERAKN PERKUMPULAN KRISTEN (1929)