| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Mar | May » | |||||
| 1 | ||||||
| 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 |
| 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 |
| 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 |
| 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 |
| 30 | ||||||
Tanggal Sabtu, 22 April 2006
KEBAKARAN BESAR MELANDA RUMAH KAMI
Aku Ayah dari seorang anak berusia 8 bulan saat itu dan bayi tiga bulan dalam kandungan istriku yang tengah hamil muda kala itu. Tepatnya pada hari minggu bulan April tahun 2006 peristiwa ini terjadi sungguh kejadian yang tragis yang kami alami malam itu, entah mengapa malam itu niat seperti itu timbul, menurut penuturan para orang tua-tua & Seorang Romo saat itu, doa yang paling manjur dan banyak terkabul bila kita lakukan dan laksanakan pada malam hari tepat pukul 12.00 tengah malam, pukul 1 malam Disaat aku mencoba berdoa dan menyelesaikan Doa Rosario untuk mohon perlindungan dan keselamatan bagi keluargaku pada untaian ke 50 akhir dari doa tersebut di tengah malam hening saat itu, terdengar teriakan histeria yang memilukan bercampur panik memecah keheningan malam, TERBAKAR..RUMAH TERBAKAR….!!! Takayal lagi langsung aku bangunkan istriku dengan perlahan agar tdk mengejutkanya kusuruh membawa anak perempuanku yang masih tertidur lelap & 1 orang keponakanku serta 1 orang iparku (semuanya wanita) untuk mengungsi lari sedapatnya ke tempat yang aman, malam itu menjadi gaduh dan hiruk pikuk api berkobar tepat dibelakang rumah kami terlihat dari sela-sela lubang fentilasi dapur saat itu sementara lampu masih menyala. Istriku yang tengah hamil muda sambil mengendong anakku yang masih kesil itupun pergi menjauh dari rumah kami, dengan membawa perlengkapan seperlunya aku mulai keluar dengan membawa sepeda motorku untuk diletakan ditempat yang aman dan terhidar jauh dari api (agar tidak meledak terpanggang) saat itu aku sambar juga tas berisi dokumen penting (ijazah, sertifikat rumah…dst) dan bergegas pergi. Setelah aku yakinkan serta memastikan istriku & anak dalam keadaan aman dari jangkauan api yang mulai membesar, Barulah aku kembali memasuki rumah dan mematikan sekring listrik rumahku……padahal lampu tetangga disekitar rumahku menyala .…(aku berpikir ini jalan satu-satunya memutus aliran listrik agar tidak terjadi koslet & api menjalar melaui kabel) maka dalam kondisi gelap gulita aku mulai mengeluarkan satu persatu barang2 yang ada di dalam rumahku sedapatnya tanpa perduli lagi api di belakang dapur berkobar begitu hebat dan besar yang disertai bunyi derit kabel terbakar dan nyala api yang berpijar-pijar dari rangkaian kabel listrik yg terhubung dari rumah-rumah yang dilahap oleh api yang menjalar cepat 6 rumah di sisi kanan kiri sumber apipun terbakar, entah kekuatan yang berasal dari mana sampai-sampai aku mampu membawa TV, perbotan RT, dan pakaian dll saat itu (aku pasrah seandainya hanya sebagian barang yang dapat aku selamatkan saat itu) .
Mobil Pemadam kebakaran tiba pukul 02.00 pagi untuk memdamkan api, arah angin pada saat itu turut mempengaruhi kobaran api yang kian membesar, padahal dua blok dari pusat kebakaran dibelakang rumah kami ada Agen penjual minyak tanah yang kebetulan ditinggalkan rumahnya oleh pemiliknya saat itu & baru kembali hari minggu, sesuatu yang luar biasa terjadi angin berhenti tiba-tiba maka tanpa kesulitan dengan cepat api dipadamkan oleh petugqs saat itu pukul 02.30 pagi, sungguh mukjizat & pernyertaan Tuhan Yesus Kristus rumah yang menjadi sumber api ternyata berjarak hanya dibatasi sebuah pagar siring ulin di belakang rumah kami itu suatu hal yang mustahil bagi kami saat itu untuk selamat( dapur kami dalam keadaan utuh beserta atap seng nya), tetapi kami percaya ini semua campur tangan TUHAN dalam keluarga kami.
no comments yet.
Names and email addresses are required (email addresses aren't displayed), url's are optional.
Comments may contain the following xhtml tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>