You are looking at posts that were written in the month of April in the year 2007.
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Mar | May » | |||||
| 1 | ||||||
| 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 |
| 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 |
| 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 |
| 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 |
| 30 | ||||||
CARA-CARA MENCAPAI KERENDAHAN HATI
(Mother Teresa)
1. Berbuicara sedikit mungkin tentang diri sendiri
2. Uruslah sendiri persoalan-persoalan pribadi
3. Hindarilah rasa ingin tahu
4. Janganlah mencampuri urusan orang lain
5. Terimalah pertentangan dengan kegembiraan
6. Janganlah memusatkan perhatian pada kesalahan orang lain
7. Terimalah hinaan dan caci maki
8. Terimalah perasaan tak diperhatikan, dilupakan dan dipandang rendah
9. Mengalah terhadap kehendak orang lain
10. Terimalah celaan walaupun anda tak layak menerimanya
11. Bersikaplah sopan dan peka, sekalipun seorang memancing amarah anda
12. Janganlah mencoba agar dikagumi dan dicintai
13. Bersikaplah mengalah dalam perbedaan pendapat walaupun anda yang benar
14. Pilihlah selalu yang tersulit
–oo##- Ibu Teresa -##ooo–
Tanggal Sabtu, 22 April 2006
KEBAKARAN BESAR MELANDA RUMAH KAMI
Aku Ayah dari seorang anak berusia 8 bulan saat itu dan bayi tiga bulan dalam kandungan istriku yang tengah hamil muda kala itu. Tepatnya pada hari minggu bulan April tahun 2006 peristiwa ini terjadi sungguh kejadian yang tragis yang kami alami malam itu, entah mengapa malam itu niat seperti itu timbul, menurut penuturan para orang tua-tua & Seorang Romo saat itu, doa yang paling manjur dan banyak terkabul bila kita lakukan dan laksanakan pada malam hari tepat pukul 12.00 tengah malam, pukul 1 malam Disaat aku mencoba berdoa dan menyelesaikan Doa Rosario untuk mohon perlindungan dan keselamatan bagi keluargaku pada untaian ke 50 akhir dari doa tersebut di tengah malam hening saat itu, terdengar teriakan histeria yang memilukan bercampur panik memecah keheningan malam, TERBAKAR..RUMAH TERBAKAR….!!! Takayal lagi langsung aku bangunkan istriku dengan perlahan agar tdk mengejutkanya kusuruh membawa anak perempuanku yang masih tertidur lelap & 1 orang keponakanku serta 1 orang iparku (semuanya wanita) untuk mengungsi lari sedapatnya ke tempat yang aman, malam itu menjadi gaduh dan hiruk pikuk api berkobar tepat dibelakang rumah kami terlihat dari sela-sela lubang fentilasi dapur saat itu sementara lampu masih menyala. Istriku yang tengah hamil muda sambil mengendong anakku yang masih kesil itupun pergi menjauh dari rumah kami, dengan membawa perlengkapan seperlunya aku mulai keluar dengan membawa sepeda motorku untuk diletakan ditempat yang aman dan terhidar jauh dari api (agar tidak meledak terpanggang) saat itu aku sambar juga tas berisi dokumen penting (ijazah, sertifikat rumah…dst) dan bergegas pergi. Setelah aku yakinkan serta memastikan istriku & anak dalam keadaan aman dari jangkauan api yang mulai membesar, Barulah aku kembali memasuki rumah dan mematikan sekring listrik rumahku……padahal lampu tetangga disekitar rumahku menyala .…(aku berpikir ini jalan satu-satunya memutus aliran listrik agar tidak terjadi koslet & api menjalar melaui kabel) maka dalam kondisi gelap gulita aku mulai mengeluarkan satu persatu barang2 yang ada di dalam rumahku sedapatnya tanpa perduli lagi api di belakang dapur berkobar begitu hebat dan besar yang disertai bunyi derit kabel terbakar dan nyala api yang berpijar-pijar dari rangkaian kabel listrik yg terhubung dari rumah-rumah yang dilahap oleh api yang menjalar cepat 6 rumah di sisi kanan kiri sumber apipun terbakar, entah kekuatan yang berasal dari mana sampai-sampai aku mampu membawa TV, perbotan RT, dan pakaian dll saat itu (aku pasrah seandainya hanya sebagian barang yang dapat aku selamatkan saat itu) .
Mobil Pemadam kebakaran tiba pukul 02.00 pagi untuk memdamkan api, arah angin pada saat itu turut mempengaruhi kobaran api yang kian membesar, padahal dua blok dari pusat kebakaran dibelakang rumah kami ada Agen penjual minyak tanah yang kebetulan ditinggalkan rumahnya oleh pemiliknya saat itu & baru kembali hari minggu, sesuatu yang luar biasa terjadi angin berhenti tiba-tiba maka tanpa kesulitan dengan cepat api dipadamkan oleh petugqs saat itu pukul 02.30 pagi, sungguh mukjizat & pernyertaan Tuhan Yesus Kristus rumah yang menjadi sumber api ternyata berjarak hanya dibatasi sebuah pagar siring ulin di belakang rumah kami itu suatu hal yang mustahil bagi kami saat itu untuk selamat( dapur kami dalam keadaan utuh beserta atap seng nya), tetapi kami percaya ini semua campur tangan TUHAN dalam keluarga kami.
Hari Jumat, 13 Agutus 2006
Aku kehilangan seekor anjing kesayangan ia beri nama ‘BRINO’ sewaktu kecil ia ku ambil dari sebuah rumah di Jalan M. Yamin saat selesai acara doa salah s
atu keluarga temanku Very B namanya ‘BRINO’ kecil saat itu sudah tak beribu karena sudah meninggal ia aku bawa dengan sebuah motor dan kuletakan dalam jaket’ku dan sempat aku bawa ke BI untuk aku pamerkan kepada teman-temanku sebelum aku bawa pulang ajing kecil itu berwarna putih, ia tumbuh menjadi anjing besar yang pintar, ia pandai serta memiliki panca indra yg tajam baik penciuman maupun pendengaran, sekarang ia telah pergi untuk selamanya malam itu kamis 12 Agustus 2006 aku melepaskan ia seperti biasa untuk pergi buang air dan membuang kotoran entah kenapa malam itu ‘BRINO’ seperti lunglai tanpa daya ia tiba-tiba jatuh terkulai lemas didepan pagar aku kasihan sekali melihatnya lalu aku angkat dan kuberikan ia semangkuk susu penawar untuk diminum sebagai penambah tenaga ia meminumnya dlm hati aku bersyukur dan berharap ia pulih (mungkin karena kercunan pikirku….. saat itu), tetapi aneh setelah aku pegang kedua kakinya seperti dingin tak berasa dan terlihat ia merasakan batuk-batuk dan sakit ditengorokan saat malam hari, rupanya itu susu terakhir yang diminumnya yg membawanya pergi dariku untuk selamanya saat pagi menjelang siang, sebelum aku berangkat bekerja Jumat 13 Agustus 2006 waktu itu aku hedak berangkat menunaikan aktivitas rutinku bekerja sehingga aku tak sempat menyaksikan detik-detik terkhir ia pergi meninggalkan kami semua. ‘BRINO’ hanyalah seekor anjing biasa seperti kebanyakan anjing penjaga lainnya, yang tetap setia dan patuh pada majikan(orang yang memberinya makan) atau orang yang memeliharanya ia tetap menjagai rumah majikannya walaupun ia kadang lupa diberi makan, ia tetap gembira menyambut majikannya saat pulang walaupun ia sering dipukul dan dimarahi bahkan ditendang, ia tetap terjaga saat malam hari menunggu majikannya walupun majikannya tengah lelap tertidur, Ia tetap setia pada majikannya walupun ia sering terlambat untuk makan, Ia tidak pernah buang air dan kotoran sembarangan walaupun ia harus menahan sakit perut dan kencing berkepanjangan. Sekarang anjing penjaga itu telah pergi “Semoga Tuhan memeliharanya dan membebaskanya dari penderitaan & rasa sakit diunia"